LOKA KARYA ”MERAJUT KEMBALI TALI SILATURAHMI SOSIAL MEDIA PASCA PILKADES SERENTAK KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN”

Dalam suatu daerah perdesaan, terdapat suatu pemilu terkecil yaitu Pemilihan Kepala Desa yang sering disingkat dengan Pilkades mungkin bukanistilah yang asing lagi untuk saat ini. Sebagai wadah untuk menampung aspirasipolitik masyarakat sekaligus sarana pergantian atau kelanjutan pemerintahandesa, pilkades diharapkan mampu memenuhi keinginan dan harapan masyarakatdesa tertentu, untuk mengangkat calon yang layak sebagai kepala desa.

      Pilkades merupakan sebuah instrumen dalam pembentukan pemerintahanmodern dan demokratis. Pesta demokrasi yang dilakukan ditingkat wilayahterkecil ini pada dasarnya sudah diatur oleh peraturan perundang-undangantentang tata cara penyelenggaraan pilkades. Sehingga seluruh rangkaian tahapan-tahapannya mulai dari pembentukan panitia pilkades sampaipada pelantikan kepala desa terpilih diharapkan sesuai dengan ketentuan yangsudah ditetapkan. Dengan demikian proses pemilihan kepala desa akan berjalandengan baik tanpa mempengaruhi keutuhan masyarakat. Harapan masyarakatdapat terpenuhi untuk terpilihnya kepala desa yang baru dan dinyatakan layakuntuk memimpin dan menjalankan roda pemerintahan desa. Hal inilah yangdidambakan oleh setiap masyarakat desa demi terciptanya keadaan yangkondusif.

      Namun dalam prakteknya, pilkades yang sudah diatur oleh perundang-undanganuntuk saat ini sangat sulit terselenggara dengan lancar dan berkualitaskarena bermainnya faktor-faktor kepentingan politik, kepentingan untuk inginberebut kekuasaan ketimbang hakikat yang diingini oleh pilkades yaitupemerintahan desa yang legitimate. Mengenai Perilaku politik seseorang itu bisa berbeda-beda. Keikutsertadan bergabung dalam proses pilkades juga merupakan bentuk dari perilakupolitik. Karena Perilaku pemilih dalam Pilkades itu sangat pentingapabilapelaksanaan Pilkades itu berjalan sukses, maka tentu saja perilaku pemilih jugaikut sukses.

      Perilaku politik dan partisipasi politik pemilih merupakan suatu kesatuanyang tidak dapat dipisahkan. Perilaku politik pemilih merupakan aspek pentingdalam menunjang keberhasilan pelaksanaan suatu pemilihan umum. Dalamenelitian ini yang ingin ditekankan ialah bagaimana perilaku politik dalampelaksanaan proses pencalonan, kampanye, keikutsertaan dalam suatu pilkadesdan juga proses voting ataupun pemberian suara dalam proses pilkades tersebut.

Kegiatan Lokakarya yang dilaksanakan pada tanggal 09Juni 2022 pukul 14.45 WIB berjalan dengan baik dan tertib. Semangat masyarakat dalam membangun Desa nampak jelas setelah menyelesaikan pesta Demokrasi lima tahunan. Hal ini harusnya dapat menjadi kunci berkembangnya Desa, karena pemimpin adalah tonggak terdepan dalam suatu Pemerintahan